BEIJING, Radio Bharata Online  - Seperti kita tahu, semut memang menjadi salah satu binatang bisa mengangkat benda yang lebih berat dari tubuhnya. Hal ini lantaran semut memiliki rangka luar atau eksoskeleton yang melindungi dan menjadi tempat menempelnya otot.

Di dalam eksoskeleton kerasnya, otot semut tidak harus memberikan banyak dukungan. Nah, inilah yang digunakan ilmuwan untuk membantu manusia memindahkan beban berat. Di Tiongkok  teknik eksoskeleton kinitengah menjadi tren, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan alat yang bisa membantu mereka selama musim pindahan.

Di Tiongkok, seiring dengan meningkatnya kebutuhan, popularitas alat yang lebih dikenal sebagai exoskeleton ini semakin tinggi, dan sekarang banyak konten di media sosial Tiongkok  yang membahas kecanggihan alat yang bisa membuat penggunanya tampak seperti robot dengan kemampuan mengangkat benda berat.

Nian Jihong, salah satu pengguna yang memang berprofesi sebagai pengangkut barang mengatakan, alat ini bisa mengurangi tekanan di pundaknya.

Jihong mengungkapkan, alat ini dapat mencegah dirinya dari ketegangan otot punggung bawah atau sakit lainnya. Hasilnya, penghasilannya semakin  meningkat dan membuat hidup menjadi lebih baik.

Alat exoskeleton sendiri sebenarnya bukanlah konsep yang sepenuhnya baru. Ini juga pernah viral di Amerika Serikat setelah didemonstrasikan oleh militer di sana, yang mengklaim bahwa alat memungkinkan tentara untuk mengangkat benda berat.

Selain bisa menambah kekuatan penggunanya, exoskeleton juga digadang-gadang dapat meningkatkan efisiensi dan mencegah ketegangan otot. Ia bahkan disebut bisa menganalisis data dari penggunaannya dan membuat keputusan respons cerdas.

Tidak berhenti di situ, exoskeleton diklaim bisa menghasilkan tenaga untuk membantu pemakainya bergerak dengan sedikit usaha. Jihong mengungkapkan bahwa dengan exoskeleton ia bisa meringankan beban kerja hingga dua kali lipat. Masyarakat di Tiongkok saat ini tengah sibuk membahas alat exoskeleton yang disebut juga bisa digunakan di industri lain seperti perawatan kesehatan dan transportasi. Exoskeleton bahkan dinilai sebagai alat yang lebih berguna dibanding chatbot AI yang kontroversial. (SCMP)