KOPENHAGEN, Radio Bharata Online -- Asosiasi Air Internasional (IWA) pada Selasa (13/9/2022), mengadakan pertemuan tingkat tinggi yang mempertemukan tokoh-tokoh terkemuka dari industri air, dengan pemerintah dan politisi kota untuk membahas masalah air, dalam mengedepankan aksi iklim, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan – Sustainable Deveopment Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pertemuan Internasional Water Association (IWA), diikuti oleh lebih dari 10.000 profesional dan pebisnis air terkemuka, diselenggarakan di Kopenhagen, ibu kota Denmark antara 11 sampai 15 September 2022.

Mengutip Xinhua, Joakim Harlin, direktur Unit Ekosistem Air Tawar dari Program Lingkungan PBB (UNEP), dalam pidato pembukaannya di KTT yang diadakan selama Kongres & Pameran Air Dunia mengatakan, “Pembuat kebijakan harus menempatkan air di jantung rencana aksi, dan setiap orang memiliki peran untuk dimainkan.  Bisnis seperti biasa bukanlah pilihan, jika kita ingin mencapai target SDG’s dan target iklim.”

KTT, yang dihadiri oleh para menteri terkait dari India, Afrika Selatan dan negara-negara lain, memiliki tema "air sebagai kunci aksi terhadap iklim, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan," dan membahas tiga topik utama yakni "keuangan, tata kelola, dan kemitraan."

Tom Mollenkopf, presiden IWA , seperti dikutip Xinhua dalam siaran persnya menyebutkan,  “KTT  IWA telah memberikan kesempatan yang ideal untuk fokus pada air, sebelum Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP27) dijadwalkan pada 6-18 November 2022, dan tinjauan PBB pada Maret 2023 terhadap Aksi Air dalam 10 tahun.”

KTT diakhiri dengan tiga seruan utama untuk bertindak:

  • kebutuhan mendesak akan solusi air yang tangguh;
  • kebutuhan kritis ekosistem air tawar untuk "diperhitungkan sebagai bagian dari solusi;" dan
  • mengejar upaya bersama dan kemitraan "untuk mempercepat tindakan dan membuat perbedaan."