Beijing, Bharata Online - Organisasi Data Dunia (World Data Organization/WDO) secara resmi didirikan di Beijing pada hari Senin (30/3), menandai langkah signifikan menuju kerja sama global dalam pengembangan dan tata kelola data.

Sekitar 500 orang menghadiri pertemuan perdana WDO, termasuk perwakilan anggota organisasi, ilmuwan dan teknolog Tiongkok dan internasional, pejabat pemerintah, dan kepala organisasi internasional.

Sebagai badan internasional profesional, non-pemerintah, dan nirlaba yang didirikan secara sukarela oleh entitas dan individu terkait di sektor data global, WDO bertujuan untuk menyediakan platform kolaborasi data global yang berorientasi pada praktik, berfokus pada industri, dan dirancang untuk dialog dan kerja sama multi-pemangku kepentingan.

"Data dapat mendorong inovasi, memperkuat pembuatan kebijakan, dan mempercepat kemajuan ilmiah, tetapi hanya jika aksesnya adil dan kapasitasnya dibangun di tempat yang paling dibutuhkan," ujar Muhammadou M.O. Kah, Ketua Komisi PBB untuk Sains dan Teknologi untuk Pembangunan, dan Wakil Ketua Kelompok Kerja Tata Kelola Data PBB, pada pertemuan tersebut.

Infrastruktur digital Tiongkok telah mengalami kemajuan pesat. Pada pertengahan tahun 2025, negara tersebut telah membangun lebih dari 4,8 juta stasiun pangkalan 5G, dengan total daya komputasi menempati peringkat kedua secara global.

"Kami membuat chipset ponsel. Jadi kami sangat tertarik pada data dan Tiongkok, terutama dalam memastikan bahwa jaringan 5G dan kemudian jaringan 6G berjalan dengan baik," kata Jonathan Gerald Thomason dari Qualcomm Wireless Ltd.

"Memiliki kesempatan untuk memiliki sistem data yang aman dan berbasis aturan sangat penting. Jadi saya pikir mendirikan Organisasi Data Dunia adalah langkah yang baik," ungkap Kimiebi Imomotimi Ebienfa, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Nigeria.

Dengan kantor pusatnya di Beijing, WDO adalah organisasi internasional profesional pertama yang berfokus pada pengembangan dan tata kelola data. Organisasi ini diharapkan bakal menjadi platform yang berpengaruh secara internasional dan pusat tepercaya di bidang data pada tahun 2030.